Tugas umpan balik kebijakan fiskal dan moneter

KEBIJAKAN FISKAL DAN MONETER DOSEN : NURUL IZZAH, M.Si NAMA : Asmara Azan Harahap NIM : 1740100170 PETUNJUK MENGERJAKAN UMPAN BALIK : 1. Kerjakan umpan balik materi di file ini. 2. Kerjakan dalam Bahasa Indonesia 3. Minimal hasil review 3 lembar dengn spasi 1,5. 4. Point-point yang harus ada di riew jurnal anda seperti “ penyebab menerima bantuan LN ? apa jenis bantuannya ? bantuan diterima dari mana ? bagaimana dampaknya bantuan tersebut ? simpulan anda tantang jurnal trsebut ? REVIEW JURNAL DAMPAK BANTUAN LUAR NEGERI-1 Secara tradisional, kurangnya simpanan yang penting untuk investasi dianggap sebagai batasan terpenting bagi pertumbuhan ekonomi negara berkembang. Memang, salah satu karakteristik negara berkembang adalah kapasitas mereka yang terbatas untuk menghasilkan tabungan, karena pendapatan per kapita yang rendah. Model asli Harrod-Domar dikembangkan pada tahun enam puluhan dalam model dua celah Chenery and Strout (1966,1979).Kekurangan devisa diperkenalkan sebagai kemungkinan kendala pertumbuhan lainnya. Biasanya, negara berkembang perlu mengimpor barang dan jasa, penting untuk investasi dan produksi; tetapi persyaratan impor biasanya melebihi pendapatan ekspor. Investasi dapat dibatasi baik oleh kekurangan tabungan domestik (celah tabungan) atau oleh kekurangan pendapatan ekspor (kesenjangan perdagangan). Oleh karena itu, arus masuk bantuan luar negeri pada khususnya, dan arus masuk modal asing pada umumnya, diperlukan untuk mengisi kesenjangan yang ada, sehingga negara-negara dapat tumbuh lebih cepat daripada yang dimungkinkan oleh sumber daya internal mereka. Jika arus masuk ini tidak ada, negara akan mengalami pertumbuhan yang lebih lambat dan penggunaan sumber daya internal yang tidak efisien (tenaga kerja dan sumber daya alam). SDHasil yang diinginkan adalah pertumbuhan mandiri. REVIEW JURNAL DAMPAK BANTUAN LUAR NEGERI-2 bantuan kemanusiaan seperti bidang pendidikan dan kesehatan,ekonomi teknologi dan infrastruktur REVIEW JURNAL DAMPAK BANTUAN LUAR NEGERI-3 Masalah pengaruh bantuan luar negeri terhadap pembangunan ekonomi telah lama menjadi bahan perdebatan. Chenery dan Carter (1973) mendefinisikan pelaksanaan bantuan luar negeri menjadi empat asumsi. Pertama, bantuan luar negeri dapat digunakan untuk mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi. Kedua, jumlah bantuan luar negeri akan berkurang sebagai konsekuensi pencapaian pertumbuhan ekonomi. Ketiga, bantuan luar negeri memainkan peran penting dalam meningkatkan mobilisasi sumber daya dan perubahan struktural untuk mengurangi tingkat kemiskinan. Terakhir, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dalam skema bantuan luar negeri, diperlukan landasan produksi dan perdagangan yang kuat. Bantuan luar negeri didapatkan dari negara-negara yang memiliki tingkat pertumbuhan Ekonomi yang sangat tinggi sehingga negara tersebut memberikan bantuan luar negeri kepada negara-negara berkembang agar bisa menjadi negara yang maju. REVIEW JURNAL DAMPAK BANTUAN LUAR NEGERI-4 Hal utama yang muncul dari pekerjaan ini adalah bahwa bantuan luar negeri memiliki dampak yang beragam pada pertumbuhan ekonomi negara berkembang. Pertama,ketika model diestimasi untuk periode waktu yang berbeda, variabel bantuan luar negeri bertanda negatif pada tiga dari empat kasus, yang menunjukkan bahwa bantuan luar negeri tampaknya berdampak buruk pada pertumbuhan ekonomi di negara berkembang. Selain itu, koefisien ini tidak signifikan secara statistik dalam keempat kasus tersebut. Kedua, ketika model diestimasi untuk wilayah yang berbeda, variabel bantuan luar negeri bertanda negatif pada tiga dari empat kasus, yang menunjukkan bahwa bantuan luar negeri tampaknya berdampak buruk terhadap pertumbuhan ekonomi di negara berkembang. Namun variabel ini positif untuk kawasan Afrika yang menunjukkan bahwa bantuan luar negeri berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi di negara-negara Afrika. Hal ini tidak mengherankan mengingat Afrika adalah penerima bantuan luar negeri terbesar dibandingkan kawasan lain mana pun. Terakhir,ketika model diperkirakan untuk tingkat pendapatan yang berbeda, variabel bantuan luar negeri memiliki tanda positif pada tiga dari empat kasus, yang menunjukkan bahwa bantuan luar negeri tampaknya memiliki pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi di negara berkembang. Namun variabel ini negatif untuk negara-negara berpenghasilan menengah ke bawah yang menunjukkan bahwa bantuan luar negeri berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di negara-negara tersebut. Dengan demikian, temuan studi ini sebagian besar sejalan dengan temuan studi sebelumnya tentang pengaruh bantuan luar negeri terhadap pertumbuhan ekonomi. Variabel bantuan luar negeri bertanda positif pada tiga dari empat kasus yang menunjukkan bahwa bantuan luar negeri tampaknya berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi di negara berkembang. Namun variabel ini negatif untuk negara-negara berpenghasilan menengah ke bawah yang menunjukkan bahwa bantuan luar negeri berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di negara-negara tersebut. DampakDampak positif lainnya dikemukakan oleh Cohen (1993) yang berpendapat bahwa keringanan hutang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui mendorong penggunaan sumber daya untuk investasi produktif. Kemudian, pemerintah memiliki keleluasaan untuk mengelola investasi dan belanja publiknya. Senada dengan itu, Temple (2011) juga mengemukakan bahwa keringanan utang merupakan cara terbaik untuk meningkatkan laju investasi. Penghapusan hutang akan menciptakan stabilitas ekonomi, yang pada akhirnya dapat mendorong kepercayaan investasi. Dampak buruknya kinerja makroekonomi sangat memprihatinkan, terutama bagi masyarakat miskin. Misalnya, karena potensi defisit, IMF mendorong pemerintah Indonesia untuk mengurangi subsidi BBM (Bank Dunia, 2014). Kemudian, pada November tahun ini, presiden Indonesia memutuskan untuk memotong subsidi minyak. Sebagai akibat dari harga minyak bumi, terjadi lonjakan biaya pangan dan transportasi, serta inflasi yang lebih tinggi yang berdampak negatif pada masyarakat miskin. Berdasarkan kasus ini, Krauss (1983) mungkin benar karena bantuan luar negeri lebih cenderung menjadi bumerang bagi negara berkembang. Pasalnya, pengeluaran defisit pemerintah selalu ditutupi oleh bantuan luar negeri yang menyebabkan kinerja makroekonomi tidak efisien. Oleh karena itu, selama Indonesia sangat bergantung pada bantuan luar negeri, Kesimpulan Bukti empiris menunjukkan bahwa ULN tidak memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia, terutama karena menyebabkan semakin ketergantungan pada pendapatan suatu negara yang menyebabkan pemerintah kehilangan kesempatan untuk berinvestasi, serta meminimalisir pelaksanaan program pengentasan kemiskinan yang didanai oleh donor. Dalam konteks Indonesia, adanya kemiskinan dan kekurangan modal pada kenyataannya disebabkan oleh pemerintahan yang buruk dan korupsi yang merajalela. Karenanya, keringanan utang merupakan langkah yang perlu diambil pemerintah untuk mengatasi masalah yang membengkak.

Comments